
Ikatan dan Unsur
A.Ikatan kimia
Ketika dua atom atau ion “berpegangan” dengan sangat erat, dapat dikatan bahwa di antaranya terdapat suatu ikatan kimia. Dalam pembentukannya, yang berperan adalah elektron valensi, yaitu elektron yang berada pada kulit terluar. Untuk memudahkan penggambaran elektron valensi pada atom suatu unsur dan ikatan yang terbentuk dapat digunakan simbol Lewis (simbol titik-elektron Lewis).
Atom unsur-unsur
golongan gas mulia (golongan 18) dengan 8 elektron valensi memiliki sifat
sangat stabil (tidak reaktif), energi ionisasi tinggi, dan afinitas elektron
rendah. Pada umumnya semua atom berusaha untuk menerima, atau melepas, ataupun
saling berbagi elektron agar memiliki jumlah elektron yang sama dengan
atom gas mulia dengan nomor atom yang terdekat. Hal ini serupa
dengan kehidupan manusia, di mana pada umumnya manusia berusaha untuk mencapai
kesejahteraan sebagaimana golongan gas mulia. Hasil observasi ini mengacu pada
rumusan teori: aturan oktet, yang menyatakan bahwa atom-atom cenderung akan
menerima, atau melepas, ataupun saling berbagi (sharing) elektron sehingga
memiliki 8 elektron valensi.
Atom-atom cenderung ingin berikatan
karena dengan adanya ikatan, energi potensial antara partikel positif dan partikel negatif —
entah antar ion dengan muatan yang berlawanan ataupun antar inti dengan
elektron-elektron di antaranya — akan lebih rendah. Ikatan kimia dibagi menjadi
3 jenis berdasarkan 3 cara kombinasi dari unsur logam dan unsur nonlogam, yakni
logam dengan non logam (ikatan ionik), non logam dengan non logam (ikatan
kovalen), dan logam dengan logam (ikatan logam).
Ikatan kimia terdiri dari 3
jenis ikatan yaitu ikatan
ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam.
1.Ikatan
ionik (ikatan elektrovalen): “transfer elektron”
Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung
melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron
besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan
terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya
elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan
senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
2.Ikatan
kovalen: “sharing elektron”
Atom-atom nonlogam cenderung tidak
ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik
elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat
satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan
kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini
disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk
molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk
molekul Cl2.
Struktur
Lewis untuk senyawa kovalen dapat digambarkan dengan setiap pasangan elektron
ikatan (PEI) digambarkan sebagai satu garis dan pasangan elektron bebas (PEB)
digambarkan sebagai titik-titik. Berikut struktur Lewis untuk beberapa senyawa
kovalen.
Ikatan kovalen dengan berbagi satu
pasangan elektron disebut sebagai ikatan kovalen tunggal (ikatan tunggal).
Ikatan kovalen dengan berbagi dua pasangan elektron disebut ikatan rangkap dua,
contohnya CO2. Ikatan kovalen dengan berbagi tiga pasangan
elektron disebut ikatan rangkap tiga, contohnya N2.
3.Ikatan logam
Ikatan
logam adalah ikatan yang terjadi antar atom-atom unsur
logam. Ikatan ini terjadi antara elektron valensi logam yang membentuk elektron
valensi. Ikatan logam dapat menjadikan suatu logam yang keras namun lentur,
tidak mudah patah meski ditempa, titik leleh dan titik didih yang tinggi, dan
nilai konduktor listrik dan panas yang baik.
Jenis-jenis Ikatan Kovalen
Penulisan suatu ikatan kovalen didasarkan
pada rumus
Lewis dan rumus
bangun/struktur molekul. Rumus lewis (rumus elektron) adalah rumus yang menggambarkan bagaimana
keadaan elektron-elektron valensi atom-atom saling berpapasan dan saling
berikatan secara kovalen. Sedangkan rumus bangun (struktur molekul) adalah rumus yang menggambarkan bagaimana
cara ikatan kovalen yang digunakan atom-atom.
Dalam membentuk suatu ikatan, ikatan kovalen mempunyai simbol-simbol seperti di bawah ini:
Dalam membentuk suatu ikatan, ikatan kovalen mempunyai simbol-simbol seperti di bawah ini:
- Garis
satu (-) melambangkan ikatan kovalen biasa
- Garis
dua (=) atau tiga (≡)melambangkan ikatan kovalen rangkap
- Tanda
panah (→) melambangkan ikatan kovalen koordinat.
1.
Ikatan Kovalen Biasa
Ikatan Kovalen biasa adalah ikatan kovalen yang jumlah pemakaian elektron bersamanya adalah satu pasang.
2.
Ikatan Kovalen Rangkap
Ikatan Kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang jumlah pemakaian elektron bersamanya lebih dari satu pasang.
3.
Ikatan Kovalen Koordinat
Perbedaan Ikatan Ion dan Kovalen
Selain perbedaan dari jenis-jenis
ikatannya, ikatan ion dan kovalen juga memiliki perbedaan atas sifat
fisika dan kimia. Perbedaan tersebut ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Suatu ikatan kovalen dapat dibedakan juga berdasarkan kepolaran ikatan atom-atom di dalam molekulnya yaitu ikatan kovalen polardan ikatan kovalen nonpolar. Kepolaran senyawa adalah tingkah laku suatu zat yang menyerupai medan magnet, yaitu terdapat kutub sementara yang disebut momen dipol.
Perbedaan kepolaran (polar dan nonpolar) didasarkan atas suatu nilai keelektronegatifan. Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom untuk bermuatan negatif atau untuk untuk menangkap elektron dari atom lain. Nilai-nilai keelektronegatifan suatu benda ditunjukkan menggunakan skala pauling. Harga skala pauling berkisar antara 0,7-4,0. Nilai skala pauling pada suatu atom ditunjukkan pada gambar di bawah.
Berdasarkan keelektronegatifannya, ikatan kovalen polaradalah ikatan yang dibentuk oleh dua unsur yang berbeda di mana nilai keelektronegatifan pasti juga berbeda sehingga menghasilkan dipol, contoh: HCl, HBr, HI, H2O. Sedangkan ikatan kovalen nonpolaradalah ikatan yang dibentuk oleh dua unsur yang sama di mana nilai keelektronegatifannya pasti sama. Contoh: H2, Cl2, O2, N2,
Harga keelektronegatifan untuk unsur logam nilainya kecil sedangkan unsur nonlogam adalah besar. Berdasarkan harga keelektronegatifan kedua atom yang berikatan dapat ditentukan jenis ikatannya. Jika nilai selisih kedua atom yang berikatan:
- Lebih
kecil dari 0,5 termasuk ikatan kovalen nonpolar.
- Lebih
besar dari 2 termasuk ikatan ion.
- Antara
0,5-2 termasuk ikatan kovalen polar.
B.Entalpi Kisi
Siklus Born–Haber adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk
menganalisis energi reaksi. Pendekatan ini dinamai
dari dua ilmuwan Jerman Max Born dan Fritz Haber, yang mengembangkan pendekatan ini pada
tahun 1919. Pendekatan ini juga secara independen dirumuskan oleh Kasimir Fajans. Siklus ini berkaitan dengan pembentukan senyawa ionik dari reaksi logam (utamanya unsur Golongan I atau Golongan II) dengan halogen atau unsur non-logam lainnya
seperti oksigen.
Siklus Born–Haber digunakan terutama sebagai cara
menghitung energi kisi (atau lebih tepatnya entalpi), yang tidak bisa diukur secara
langsung. Entalpi kisi adalah perubahan entalpi yang terlibat dalam pembentukan
senyawa ionik dari ion berfasa gas (proses eksoterm), atau kadang-kadang didefinisikan
sebagai energi untuk memecah senyawa ion menjadi ion berfasa gas (suatu proses endotermik). Siklus Born–Haber menerapkan hukum Hess untuk menghitung entalpi kisi
dengan membandingkan perubahan entalpi pembentukan standar dari senyawa ionik (dari unsur) ke entalpi yang
diperlukan untuk membuat ion berfasa gas dari unsur bebasnya.
Perhitungan entapi pembentukan ion berfasa gas
terlihat rumit. Untuk membuat ion gas dari unsur-unsur bebasnya, perlu untuk
membuat atomisasi unsur-unsur tersebut (mengubah masing-masing unsur menjadi atom
berfasa gas) dan kemudian atom tersebut diionisasi. Jika unsur tersebut
biasanya merupakan molekul maka pertama-tama kita harus mempertimbangkan energi disosiasi ikatan (lihat pula energi ikatan). Energi yang diperlukan untuk
menghilangkan satu atau lebih elektron untuk membuat kation adalah jumlah dari energi ionisasinya; misalnya, energi yang dibutuhkan untuk
membentuk Mg2+ adalah energi ionisasi yang diperlukan untuk
menghilangkan elektron pertama dari Mg, ditambah energi ionisasi yang
diperlukan untuk menghilangkan elektron kedua dari Mg+.[7] Afinitas elektron didefinisikan sebagai jumlah
energi yang dilepaskan ketika elektron ditambahkan ke atom atau molekul netral
dalam bentuk gas untuk membentuk ion negatif.
Siklus Born–Haber hanya berlaku untuk padatan ionik
penuh seperti halida alkali tertentu. Sebagian besar senyawa ini termasuk kontribusi kovalen dan
ionik untuk ikatan kimia dan energi kisi, yang diwakili oleh siklus
termodinamika Born–Haber yang diperpanjang. Siklus Born–Haber yang
dipepanjang dapat digunakan untuk memperkirakan polaritas dan muatan atom
senyawa polar.
Contoh: Pembentukan Lift
Siklus Born–Haber bagi perubahan entalpi
pembentukan standar litium fluorida. ΔHlatt merujuk pada UL dalam
teks.
Siklus Born–Haber menampilkan secara
grafik proses pembentukan senyawa ionik dari unsur-unsurnya. Dalam diagram siklus Born–Haber
terdapat panah yang mengarah ke atas dan ke bawah. Arah panah yang mengarah ke
atas menunjukkan reaksi endoterm, sedangkan arah panah yang mengarah ke
bawah menunjukkan reaksi eksoterm. Sebagai contoh adalah
pembentukan litium fluorida. Entalpi pembentukan litium fluorida (LiF) dari unsur-unsur
penyusunnya, litium dan fluorin dalam bentuk stabilnya dimodelkan dalam lima
tahapan pada diagram:
1. Perubahan entalpi atomisasi litium
2. Entalpi ionisasi litium
3. Entalpi atomisasi fluorin
4. Afinitas elektron dari fluorin
5. Entalpi kisi litium fluorida
Perhitungan yang sama berlaku untuk logam selain litium
atau non-logam selain fluorin.
Jumlah energi untuk setiap tahapan proses harus sama dengan
entalpi pembentukan logam dan non-logam,
·
B adalah energi
ikatan (dari F2). Koefisien 1/2 digunakan karena reaksi pembentukannya
adalah Li + 1/2 F2 → LiF.
Entalpi bersih pembentukan dan empat pertama dari lima
energi dapat ditentukan secara eksperimental, tetapi energi kisi tidak dapat
diukur secara langsung. Sebaliknya, energi kisi dihitung dengan mengurangi
empat energi lain dalam siklus Born–Haber dari entalpi bersih pemben
tukan.
Kata siklus mengacu pada fakta bahwa
perubahan entalpi total akan sama dengan nol untuk proses siklik, dimulai dan
diakhiri dengan LiF) dalam contoh. Hal ini mengarah pada persamaan yang
setara dengan persamaan sebelumnya.
C.Konstanta Madelung
Konstanta Madelung digunakan dalam menentukan potensial elektrostatik dari ion tunggal dalam kristal dengan cara memperkirakan ion
dengan muatan titik. Konstanta ini dinamai dari Erwin Madelung, seorang ahli fisika Jerman.
Karena anion dan kation dalam padatan
ionik saling
tarik-menarik karena muatan yang berlawanan, pemisahan ion memerlukan sejumlah
energi. Energi ini harus diberikan kepada sistem untuk memutuskan ikatan
anion-kation. Energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan-ikatan ini untuk
satu mol padatan ionik dalam kondisi
standar disebut
sebagai energi kisi.
Konstanta Madelung
dihitung bagi ion NaCl yang dilabeli 0 dalam metode sferis diperpanjang. Setiap
angka menunjukkan urutan penjumlahannya. Perhatikan bahwa dalam kasus ini,
jumlahnya berbeda, tetapi ada metode untuk menjumlahkannya yang memberikan seri
konvergen.
Contoh konstanta
Madelung
|
||
Ion dalam senyawa
kristal
|
(berdasarkan )
|
(berdasarkan )
|
±1.748
|
±3.495
|
|
±1.638
|
±3.783
|
|
…
|
1.957
|
|
…
|
-7.458
|
|
Ikatan ion menahan atom yang berbeda dengan
interaksi antara ion negatif dan positif, contohnya sodium chlorida (NaCl),
muatan positif atom sodium dan muatan negatif atom chlorida bergabung menjadi
senyawa netral.
Ikatan kovalen, adalah suatu
ikatan atom yang kuat bergantung pada berapa jumlah elektron yang dipakai
secara bersama-sama. Ikatan ini dijumpai pada unsur nonlogam, seperti karbon,
oksigen.
Ikatan logam, terbentuk pada atom logam yang sama
ketika beberapa elektron pada shell valensi terpisah dari atomnya dan berada
disekeliling atom yang bermuatan positif, membentuk awan elektron.
Ikatan van der waals, ditemukan pada atom
netral seperti pada gas – gas inert. Ikatan atom ini sangat lemah.
D. Struktur unit kristal
Ketika logam membeku dari bentuk cair ke padat, atom
mengatur dirinya dalam baris – baris yang rapi, sebuah susunan yang disebut
space lattice. Space lattice dari kristal telah dapat ditentukan untuk
logam-logam yang berbeda.
Logam membeku membentuk 6 struktur lattice yang utama:
1.
Body Centered Cubic (BCC)
2.
Face Centered Cubic (FCC)
3.
Hexagonal Close Packed (HCP)
4.
Cubic
5.
Body Centered Tetragonal (BCT)
6.
Rhombohedral
·
Body Centered Cubic (BCC)
Unit struktur BCC sesuai namanya berbentuk bentuk
kubus dimana terdapat atom-atom disetiap pojoknya dan satu berada ditengah.
Pada temperatur dibawah 1333OF (723OC) struktur kristal
besi berupa BCC dan dinamakan besi alpha atau ferrite. Logam lain
yang mempunyai struktur seperti ini, yaitu : chromium, colombium, barium,
vanadium, molybdenum dan tungsten.
·
Face Centered Cubic (FCC)
Atom-atom kalsium, aluminium, tembaga, timbal, nickel,
emas dan platina membentuk suatu struktur kristal dengan sebuah atom ditiap-tiap
pojok kubus dan satu ditengah disetiap sisi kubus. Jika besi berada diatas
temperatur kritis, maka susunan atomnya berbentuk FCC dan namakan besi gamma
atau austenite
·
Hexagonal Closed Packed (HCP)
Struktur HCP banyak ditemukan pada kebanyakan logam
seperti berilium, seng, kobalt, titanium, magnesium, dan cadmium. Karena jarak
dari struktur lattice, baris-baris atom tidak dapat bergerak dengan mudah,
sehingga logam ini memiliki plastisitas dan keuletan yang lebih rendah dari
struktur kubik.
Muatan inti Muatan inti efektif atau muatan nuklir efektif
adalah muatan
positif bersih yang dialami oleh sebuah elektron dalam atom polielektronik.
Digunakan istilah "efektif" karena efek pemerisaian elektron bermuatan
negatif mencegah elektron
pada orbital yang lebih tinggi dipengaruhi oleh
muatan inti atom karena efek tolakan elektron
lapisan dalam. Muatan inti efektif yang dialami oleh elektron
pada kulit terluar juga disebut sebagai muatan pokok (bahasa
Inggris: core charge).
Kekuatan muatan inti memungkinkan untuk ditentukan melalui bilangan
oksidasi atom.efektif
Dalam suatu atom dengan satu elektron, elektron
tersebut mengalami sepenuhnya terpengaruh oleh muatan positif dari inti
atom. Dalam kasus ini,
muatan inti efektif dapat dihitung melalui hukum
Coulomb.
Namun, dalam suatu atom dengan banyak elektron,
elektron terluar secara simultan tertarik ke inti bermuatan positif
sekaligus tertolak oleh elektron bermuatan negatif dari orbital yang lebih
dalam.
E.Pengertian Afinitas Elektron
Afinitas Elektron adalah negatif dari perubahan energi yang terjadi saat
satu elektron diterima oleh atom suatu unsur dalam keadaan gas.
Dalam hal
lain dinyatakan juga dalam kJ mol–1. Unsur yang mempunyai afinitas elektron
bertanda negatif, berarti mempunyai kecenderungan lebih besar dalam menyerap
elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Semakin
negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut
dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif.
Sifat Afinitas Elektron dalam Sistem Keperiodikan Unsur
- Pada
satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
- Pada
satu golongan, afinitas elektron cenderung berkurang dari atas sampai
bawah
- Terkecuali
unsur alkali pada tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama memiliki
afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki
golongan halogen.
Afinitas
Elektron Terbesar
Semua unsur
golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif. Terkecuali unsur
alkali tanah (IIA) dan gas mulia (VIIIA). Afinitas elektron terbesar dimiliki
unsur halogen (VIIA) karena unsur golongan ini
yang paling mudah menangkap elektron. Maka, unsur yang mempunyai afinitas
elektron terbesar adalah Klor dengan nilai afinitas –349,0
Afinitas Elektron Terkecil
Afinitas elektron yang terkecil
adalah Fransium menurut kecenderungan tabel periodik. Tetapi pada faktanya yang
terkecil yaitu berilium dengan nilai afinitas +240,0.
Keelektronegatifan
Keelektronegatifan yaitu skala yang
bisa menjelaskan kecenderungan atom pada suatu unsur guna menarik elektron
menuju kepadanya dalam suatu ikatan.
Keelektronegatifan secara umum, dalam
satu periode, dari kiri ke kanan semakin bertambah dan dalam satu golongan,
Fenomena ini menyebabkan jari-jari atom makin kecil, energi ionisasi makin
besar, afinitas elektron makin besar dan makin negatif dan akibatnya
kecenderungan untuk menarik elektron makin besar.
Elektronegatifitas
Keelektronegatifan skala Pauling
Bahwa untuk unsur gas mulia tidak memiliki harga keelektronegatifan karena konfigurasi elektronnya yang stabil. Stabilitas gas mulia menyebabkan gas mulia sulit untuk menarik maupun melepas elektron. Keelektronegatifan skala pauling memberikan nilai keelektronegatifan untuk gas mulia sebesar nol.
Bahwa untuk unsur gas mulia tidak memiliki harga keelektronegatifan karena konfigurasi elektronnya yang stabil. Stabilitas gas mulia menyebabkan gas mulia sulit untuk menarik maupun melepas elektron. Keelektronegatifan skala pauling memberikan nilai keelektronegatifan untuk gas mulia sebesar nol.
Ionisasi
Ionisasi yaitu proses fisik mengubah atom ataupun molekul
menjadi ion dengan menambahkan maupun mengurangi partikel bermuatan seperti
elektron.
Proses ionisasi ke muatan positif
dan negatif sedikit berbeda. Ion bermuatan positif didapatkan saat elektron
yang terikat pada atom atau molekul menyerap energi yang cukup agar bisa lepas
dari potensial listrik yang mengikatnya. Energi yang dibutuhkan tersebut
disebut potensial ionisasi. Ion bermuatan negatif didapat saat elektron bebas
bertabrakan dengan atom dan terperangkap dalam kulit atom dengan potensial
listrik tertentu
Contoh Ionisasi Energi:
- Hidrogen
(H) – 13,6
- Klorin
(Cl) – 12,97
- Helium
(He) – 24,59
- Kalsium
(Ca) – 6.11
- Boron
(B) – 8,3
- Carbon
(C) – 11.26
- Nitrogen
(N) – 14.53
- Oksigen
(O) – 13,62
- Natrium
(Na) – 5.14
- Aluminium
(Al) – 5,99
Jari-jari
atom
Jari-jari atom yaitu jarak dari inti
atom ke orbital elektron terluar yang stabil pada suatu atom dalam keadaan
setimbang.
Jenis-jenis jari-jari atom
Ada beberapa jenis jari-jari atom
yang dipakai untuk menyatakan jarak dari inti atom ke lintasan stabil terluar
dari elektronnya
di antaranya yaitu
di antaranya yaitu
- jari-jari
kovalen
- jari-jari
logam
- jari-jari
van der Waals
Jari-jari kovalen
Jari-jari atom yang diukur memakai jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang mempunyai jenis ikatan kovalen. Biasannya elemen-elemen ini berupa elemen-elemen non-logam.
Jari-jari atom yang diukur memakai jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang mempunyai jenis ikatan kovalen. Biasannya elemen-elemen ini berupa elemen-elemen non-logam.
Jari-jari logam
Jari-jari atom yang diukur memakai jari-jari logam untuk elemen-elemen yang termasuk dalam elemen-elemen logam.
Jari-jari atom yang diukur memakai jari-jari logam untuk elemen-elemen yang termasuk dalam elemen-elemen logam.
Jari-jari van der Waals
Jari-jari atom yang diukur memakai jari-jari van der Waals untuk elemen yang atom-atomnya tidak bisa saling berikatan. Contoh dari kelompok ini yaitu gas mulia .
Jari-jari atom yang diukur memakai jari-jari van der Waals untuk elemen yang atom-atomnya tidak bisa saling berikatan. Contoh dari kelompok ini yaitu gas mulia .
F.Orbital Molekul
orbitals
Orbital
molekul adalah orbital-orbital dari
dua atom yang saling tumpang tindih
agar dapat menghasilkan ikatan kovalen. "Ikatan
kovalen yang digambarkan oleh teori tolakan pasangan elektron kulit valensi
(Valence Shell Electron-Pair Repulsion-VSEPR), sangat signifikan dalam
menjelaskan atau meramalkan struktur geometri suatu molekul sekalipun
tidak melibatkan aspek matematik. Perkembangan teori orbital molekuler (Moleculer
Orbital Theory-MOT) pada mulanya dipelopori oleh Hund dan Mulliken. Seperti halnya pada senyawa-senyawa sederhana,
konsep orbital molekular juga dapat diterapkan pada senyawa kompleks. Namun
dapat disederhanakan dengan hanya mempertimbangkan orbital-orbital atomik yang
benar-benar berperan dalam pembentukan orbital molekuler (OM) yaitu orbital 3d,
4s, dan 4p bagi atom pusat dari logam transisi seri
pertama dan orbital s-p atau bentuk hibridisasinya bagi
atom donor dari ligan yang bersangkutan".
orbital molekuler
Sebagian
dari orbital molekul mempunyaienergi yang lebih besar daripada energi orbital
atom. Hal tersebut dikarenakan terbentuknya orbital dari orbital molekul
pengikatan (bonding) dan orbital molekul antiikatan (antibonding). Pada bagian
dalam elektron yang tidak diambil disebut elektron tidak berikatan (nonbonding)
dan elektron tersebut mempunyai energi yan sama dengan energi yang dimiliki
oleh atom-atom yang terpisah. Setiap jenis orbital secara umum mempunyai
energi-energi yang relatif. "Orbital molekul, seperti orbital atom, dapat
berisi dua elektron, satu dengan spin keatas dan yang lain dengan spin kebawah.
Dalam orbital moleku pengikatan, pengikatan kovalen terjadi karena pemakaian
bersama elektron-elektron (yang paling sering adalah pasangan elektron dengan
spin yang berlawanan). Kerapatan elektron rata-rata yang terbesar berada di
antara nukleinya dan cenderung untuk menarik nukleinya bersama-sama. Pemakaian
bersama elektron itu sendiri tidaklah mencukupi untuk terjadinya ikatan kimia.
Elektron yang dipakai pada orbital molekul antipengikatan secara bersama-sama
cenderung untuk memaksa inti atau nekleinya berpisah, sehingga kekuatan ikatan
tersebut menurun".
ikatan orbital dan antiikatan orbital
Fasa relatif
kedua orbital atom sangat penting dalam menentukan apakah orbital molekul yang
terjadi merupakan orbital pengikatan atau antipengikatan. Orbital pengikatan
terbentuk dari tumpang tindih fungsi-fungsi gelombang dengan fasa yang sama,
orbital anti pengikatan terbentuk dari tumpang tindih fungsi-fungsi gelombang
dengan fasa yang berlawanan. Pengisian elektron dalam orbital molekuler
kompleks dimulai dari orbital dengan energi terendah yaitu orbital ikat,
kemudian nonikat, dan akhirnya antiikat. Orbital ikat seluruhnya terisi
elektron-elektron ligan, sesuai dengan peran atom donor ligan, dan ini
menunjukan pada jumlah ikatan metal-ligan atau bilangan koordinasi.
Referensi:





























Mantap kak
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat. terima kasih :)
BalasHapusBagus akk
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusNice blognyaaa
BalasHapusMantap kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak.
BalasHapusBermanfaat kk
BalasHapusMantap warbiyasaah
BalasHapusThanks sangat membantu dan bermanfaat:)
BalasHapus